watch sexy videos at nza-vids!
KING OF SEX
Bookmark Now!!
http://kingsex.jw.lt

Masa kecil ku di Palembang
Not Found404; Not Found

Mungkin pada waktu seumur-umur
seperti itulah memang seorang anak
laki-laki mulai mengalami masa puber,
dimana saya mulai tertarik akan lawan
jenis dan akan hubungan antara laki-
laki dan perempuan, walaupun saya tidak banyak mengerti mengenai
akan hal itu. Mungkin sudah
waktunya saya harus mengalaminya
dan saya tidak bisa melupakan
bagaimana kami disekolah mulai
membaca dan mengedarkan cerita- cerita porno yang stensilan ataupun
diketik biasa dengan menggunakan
kertas karbon. Saya masih ingat sekali ketika saya
pertama kali dipinjami satu stensilan
cerita porno yang berjudul "Isteri
Serdadu" dan setiap malam saya baca
cerita itu sambil bermain-main dengan
kemaluanku sendiri sampai suatu saat saya mengalami "Klimaks" dan
kemaluanku memuncratkan cairan
mani yang jernih. Pada saat itu aku
perhatikan bahwa mani-ku jernih dan
tidak seperti yang di blue-film yang
pernah saya tonton beberapa tahun kemudian dimana mani yang
dikeluarkan oleh pemain-pemain film
itu selalu putih dan kental. Baru
setelah kira-kira 2-3 tahun kemudian,
mani yang kukeluarkan mulai menjadi
kental dan keputih-putihan seperti cairan air tajin (kanji). Pada waktu itu ada sepasang suami
iseri yang baru kawin yang menyewa
satu kamar didalam rumah kami
sementara mereka mencari rumah
kontrakan. Rumah kami cukup besar
dan mereka memasak sendiri dengan menggunakan dapur di bagian
belakang rumah. Saya sering
mendengar mereka bercengkerama
didalam kamar mereka dan si isteri
sering ketawa cekikikan, tetapi saya
belum begitu mengerti dan belum bisa membayangkan kira-kira apa sih
yang mereka sedang lakukan didalam
kamar. Tetapi saya mulai ingin tahu
terutama setelah membaca cerita-
cerita porno stensilan yang saya
pinjam dari teman-teman disekolah. Kamar tidurku kebetulan
bersebelahan dengan kamar tidur
mereka dan dibatasi oleh dinding
Papan. Satu malam, ketika saya
mendengar sang isteri ketawa
cekikikan, saya coba mengintip dan saya menemukan celah-celah diantara
Papan kayu yang membatasi kamar
kami. Saya melihat dengan jelas
bagaimana mereka berdua sedang
duduk dipinggir tempat tidur, tubuh si
isteri terbuka sampai di pinggang dan si suami sedang meremas-remas buah
dada isterinya. Kemaluanku menjadi
tegang sekali dan dada saya
berdebar-debar dengan sangat
kencang dan lututku terasa lemas. Kemudian si suami mulai mengisap-
isap pentil buah dada isterinya yang
sangat montok dan mulus dan tanpa
terasa tanganku mulai
mempermainkan kemaluanku sendiri.
Tidak lama kemudian mereka bangkit dari tempat tidur dan si isteri
kemudian membaringkan diri
ditempat tidur dengan pantatnya pas
berada dipinggiran tempat tidur.
Rambut kemaluannya kelihatan
sangat hitam dan lebat dan membukit dan kedua kakinya terjuntai kelantai.
Si suami kemudian berlutut didepan
kemaluan isterinya dan si isteri
mengangkat kedua kakinya dan
meletakkannya diatas bahu suaminya.
Saya melihat si suami membenamkan wajahnya kedalam bukit hitam
kemaluan isterinya dan saya hanya
bisa mengira-ngira bahwa dia pasti
sedang menciumi atau menjilati
kemaluan isterinya. Isterinya
menggeliat-geliat dan tangannya meremas-remas rambut kepala
suaminya. Setelah bermain seperti itu beberapa
lama, si suami berdiri dan mereka
kelihatan berbisik-bisik satu sama lain.
Si isteri kemudian berdiri dan
mengambil selimut dari tempat tidur
dan mengembangkannya di lantai. Dasternya jatuh kelantai dan saya
sangat terrangsang melihat tubuhnya
yang telanjang bulat. Buah dadanya
berayun-ayun naik turun dan saya
bisa melihat celah-celah pahanya yang
mengkilat karena basah. Dia kemudian membaringkan diri diatas
selimut dilantai dengan kakinya
mengarah ke tempat dimana saya
mengintip. Ketika dia merenggangkan
kakinya, saya bisa melihat bibir
kemaluannya yang merah dan basah. Seakan-akan saya bisa mengulurkan
tanganku dan menyentuhnya karena
jaraknya hanya kira-kira dua meter
dari dinding dimana saya mengintip. Kemudian si suami membuka celana
dalamnya dan kelihatanlah
kemaluannya yang sudah berdiri
tegak lurus yang panjangnya ada
kira-kira 10 centimeter tetapi
kelihatannya sangat besar batangnya. Dia berlutut diantara kaki isterinya dan
isterinya mengangkat lututnya
sehingga pahanya menjadi lebih
terbuka. Saya hanya bisa melihat dari
belakang ketika si suami naik
menindih isterinya. Setelah dia menekan dan memasukkan
kemaluannya kedalam kemaluan
isterinya, kaki isterinya naik dan
melingkari kedua paha suaminya dan
kemudian bokong suaminya
kelihatan naik turun dengan gerakan yang teratur. Tanganku sendiri sudah basah oleh
lendir mani dari sudah saya keluarkan
dari kemaluanku dan rasanya nikmat
sekali; jauh lebih nikmat daripada
ketika onani dengan membayangkan
adegan-adegan yang tertulis di buku stensilan - disini saya melihat sendiri
dengan mata kepala saya sendiri lelaki
dan perempuan yang sedang
bersenggama. Saya terus mengintip dan setelah si
suami memompa isterinya kira-kira 5
menit, pantatnya mulai bergerak naik
turun dengan sangat cepat dan saya
melihat tiba-tiba otot-otot dipantatnya
menjadi keras dan dia menekan dalam-dalam dan tangan isterinya
merangkul kepalanya erat-erat. Saya
merasa sangat iri melihat kemesraan
dan kenikmatan mereka berdua
dimana mereka boleh menikmati
sesuatu yang menjadi rahasia buat saya pada saat itu. Mereka tergeletak
diam bertindihan seperti itu beberapa
menit dan kemudian si suami
menggulingkan tubuhnya kesamping
dan berbaring disamping isterinya.
Kemaluannya kelihatan lemas dan basah dan dicelah-celah paha
isterinya saya melihat cairan putih
mengalir sampai jatuh keselimut
tempat dia berbaring. Kemudian
isterinya mengambil celana dalam
suaminya yang terletak dilantai dan dengan itu dia menyeka kemaluannya
sendiri dan kemudian batang
kemaluan suaminya. Sayapun diam-diam dan pelan-pelan
kembali ke tempat tidurku dan
didalam gelap saya mulai mengocok
kemaluanku kembali sampai saya
ejakulasi untuk kedua kalinya dan
kemudian saya tertidur dengan lelap. Sekolah SMP yang saya ikuti adalah
sekolah sore yang mulai dari pukul 12
siang sampai pukul 4 sore. Setiap pagi
saya tinggal dirumah sendirian karena
orang tua saya pergi bekerja ke
kantor dan saudara-saudara saya yang lain bersekolah di pagi hari. Satu
hari saya sedang mengerjakan PR di
meja makan ketika saya kembali
mendengar suara si isteri yang sedang
ketawa cekikikan di dalam kamar
mereka. Saya segera meninggalkan meja makan dan masuk kedalam
kamar tidurku untuk mengintip
adegan yang sangat menggairahkan
itu. Si isteri sedang menungging di atas
tempat tidur dan ketika saya
menyaksikan pantatnya yang bulat
dan putih mulus itu, mani saya
rasanya hampir muncrat saat itu juga.
Si suami berlutut dilantai dan menjilati kemaluan isterinya dari belakang.
Aduh alangkah enaknya, saya
berkata dalam hati. Kapan saya bisa
menikmati yang seperti itu, kata saya
ngiri. Sedang asyik-asyiknya nonton, tiba-
tiba seseorang menepuk pantatku
dari belakang. Saya hampir pingsan
karena terkejut karena saya mengira
bahwa orang tua saya sudah pulang
dan saya tertangkap basah mengintip orang bersenggama. Tetapi ketika
saya menoleh ke belakang, saya
melihat si Ayu', tetangga dari sebelah
dan dia tersenyum dan berbisik,
"Hayo, ketahuan ngintip..!" Saya merasa lemas dan sangat malu
dan ketakutan dan sayapun
merebahkan diri diatas tempat tidur
sambil tengkurap untuk
menenangkan diriku. Nah, disini saya
perlu menjelaskan sedikit mengenai tetangga kami, si Ayu'. Dia tinggal
bersama tiga orang anaknya yang
masih kecil-kecil karena suaminya
tinggal di Tanjung Karang dengan
isteri mudanya. Suaminya sangat
jarang datang mengunjungi dia. Selama 2 tahun kami bertetangga,
saya mengingat bahwa suaminya
hanya pernah datang dua kali. Seringkali si Ayu' datang "Meminjam"
beras atau uang dari Ibu saya karena
suaminya terlambat mengirim uang
belanja. Dia juga sering meminta
kakak saya yang perempuan yang
pintar menjahit untuk menjahit bajunya yang kemudian dia akan
bayar apabila dia sudah menerima
uang dari suaminya. Kira-kira tiga bulan sebelumnya,
ketika saya sedang sendirian di
rumah, Ayu' datang dan katanya ingin
ngepas bajunya yang sudah hampir
selesai dijahit oleh kakak saya. Pada
waktu itu tidak ada orang lain dirumah selain saya sendiri. Saya
bawa dia masuk kedalam kamar
kakak saya untuk mencoba bajunya.
Ketika dia meminta saya untuk keluar
karena dia harus menanggalkan
pakaiannya, saya diam saja dan tidak beranjak. "E-eh, kamu nggak mau keluar, iya?
Mau lihat Ayu' telanjang..?" katanya. "Boleh kan..?" kata saya berharap. "Budak nakal.." katanya dan dia
memutar tubuhnya membelakangi
saya sambil membuka pakaiannya.
Oh, lututku menjadi lemas melihat
badannya yang putih mulus dan
pantatnya yang montok; dia ternyata tidak mengenakan celana dalam!
Tanpa saya sadari saya maju dan
mengelus pantatnya yang mulus. Dia
berbalik dan memukul tangan saya. "Heh, koq lancang!" katanya setengah
marah, setengah bercanda dan mata
saya melotot melihat bagian depan
tubuhnya yang buat saya begitu
indah dan menggiurkan. Saya
terpesona melihat perutnya yang sangat mulus dan bersih dan yang
paling mempesonakan adalah
kemaluannya yang sangat mulus
tanpa rambut sedikitpun! Hanya ada
kelihatan bibirnya yang kemerah-
merahan dengan sedikit warna cokelat menyembul keluar seperti
senyum simpul yang agak peot. "Bandel! Nanti saya bilangin mami
kamu, lho!" katanya tetapi dia tidak
berusaha menutupi tubuhnya dan
mulai mengenakan pakaian baru
yang akan dicobanya. Dia mulai
mengenakan baju itu dengan menurunkannya mulai dari kepala
dan ketika baju itu menutup
kepalanya, saya tanpa sadar
menulurkan tangan saya dan
mengelus bibir kemaluannya. Dia
hampir melompat karena kaget tetapi saya segera lari keluar dari kamar. Nah, kembali kepada peristiwa saat
ini, ketika saya tengkurap ditempat
tidur, ternyata Ayu' meneruskan
untuk mengintip sendiri adegan yang
sedang terjadi didalam kamar tidur.
Saya tidak menyadarinya tetapi tiba- tiba saya merasa tangannya mengelus
punggung saya dan ketika saya
berbalik, Ayu' sedang duduk
dipinggir tempat tidur dan berbisik,
"Mereka lagi ngentot..," katanya
dengan nafas yang agak berat. Saya diam saja karena masih belum
pulih dari rasa kaget dan malu, tetapi
tiba-tiba Ayu' meraba kearah
kemaluanku yang sudah mulai
bangun lagi. Saya diam saja dan
biarkan dia membuka resleting celana saya dan tangannya kemudian
mengelus-elus batang kemaluanku
yang sudah berdiri tegak. Dia
kemudian berlutut dilantai disisi
tempat tidurku dan mulai mengemut
kontolku yang masih belum begitu besar. Saya merasa sangat geli dan
nikmat dan tiba-tiba saya mengejang
dan maniku muncrat didalam mulut
Ayu'. Dia teruskan mengisap kontolku
yang tetap tegang, lalu kemudian dia
membuka dasternya dan naik ketempat tidur. Dia kemudian
mengangkangi kepala saya dan
menyodorkan kemaluannya yang
mulus kewajahku. Sekarang saya bisa melihat dengan
jelas sekali bibir kemaluannya yang
sudah basah dan saya bisa mencium
sedikit bau amis bekas kencing yang
sangat merangsang bagiku. Dia
membuka bibir kemaluannya dengan jari2nya dan menekankan
kemaluannya yang merah dan basah
kewajahku. Saya hampir tidak bisa
bernapas dan saya mendorongnya
mundur. Oh, saya berkata dalam hati,
sekarang saya tidak perlu iri lagi dengan pasangan yang sedang
bermain di dalam kamar tidur sebelah.
Sekarang saya bisa menikmati hal
yang sama dengan Ayu' dan bukan
hanya membayangkan adegan-
adegan cerita porno stensilan saja. Ayu' merebahkan dirinya di tempat
tidurku dan membuka pahanya lebar-
lebar. "Ayo, masukin ke nonok Ayu'..,"
katanya berbisik. Saya menaiki tubuhnya dan menindih
perutnya yang hangat dan mulus.
Buah dadanya terasa lunak menekan
wajahku yang masih basah oleh lendir
dari kemaluannya dan saya mencoba
untuk memasukkan kontolku kedalam celah-celan bibir
kemaluannya. Ayu' menolong saya
dengan menutun kemaluanku masuk
ke dalam kemaluannya, dan saya
merasakan kenikmatan yang amat
sangat ketika saya merasakan kehangatan liang kemaluannya yang
mengulum batang kemaluanku yang
masih remaja itu, dan secara refleks
saya mulai memompa naik turun. Hanya setelah kira-kira 3 menit saja,
Ayu' tiba-tiba menjepit pinggangku
dengan kakinya yang melingkari
pinggulku dan badanya mengejang
dan dia mengeluarkan suara seperti
orang mengangis. Lalu dia menjadi diam dan saya merasa liang
kemaluannya berdenyut-denyut dan
batang kemaluanku seperti disedot-
sedot. Saya juga tidak tahan lagi dan
saya menyemprotkan maniku kembali
untuk kedua kalinya. Ayu' merangkul kepala saya ke dadanya dengan
sangat erat sampai saya merasa sulit
bernapas, dan saya sangat takut
jangan sampai suaranya yang seperti
orang menangis itu didengar oleh
pasangan yang ada didalam kamar sebelah. Kami diam di dalam posisi seperti itu
selama beberapa menit, lalu Ayu'
melepaskan rangkulannya dan
pahanya mengendor dan jatuh
kesamping. Saya mendorong diriku
untuk bangun dan saya melihat wajah Ayu' yang kelihatan merah dan
matanya tertutup. Saya mencabut
kontol saya pelan-pelan dari lubang
kemaluan Ayu' yang sudah sangat
becek. Gerakan ini membuat gairahku
bangkit kembali dan kontolku menjadi keras kembali, dan sambil
bertopang kekasur seperti seseorang
yang melakukan push-up, sayapun
mendorong kemaluanku keluar
masuk kemaluan Ayu'. Saking
beceknya saya bisa mendengar suara seperti mengocok sabun. Dengan masih menutup matanya, Ayu'
mengimbangi gerakanku dengan
pinggulnya, naik turun dan
bergoyang kekiri kekanan. Dia
menggigit bibir bawahnya dan tiba-
tiba dia mengangkat pinggulnya untuk mengantisipasi masuknya
kontolku lalu kakinya kembali melilit
pinggulku dengan erat dan tiba-tiba
dia kentut dengan keras beberapa
kali. Entah kenapa saya sangat
dirangsang mendengar dia kentut, dan ketika saya merasa bahwa
kenikmatan ejakulasi mulai datang,
saya menyodok dalam-dalam dan
sekali lagi saya semprotkan air
maniku didalam lubang kemaluannya
dan saya merasakan kembali lubang kemaluannya berdenyut-denyut. Saya kemudian bangkit dan pergi
mandi karena saya harus pergi ke
sekolah. kira-kira dua bulan
kemudian, pasangan suami isteri itu
pindah kerumah kontrakan mereka
yang baru. Saya tinggal sendirian dirumah dan hampir setiap hari Ayu'
mengajak saya untuk bersetubuh dan
kami melakukannya sepuas-puasnya,
kadang-kadang bisa sampai 3 kali
berturut-turut. Kadang-kadang Ayu'
begitu bernafsunya sehingga walaupun dia sedang mens dia sering
juga mengajak main. Kami bertetangga sampai satu tahun
lagi sampai keluarga saya pindah ke
Jakarta, dan orang-orang tidak ada
yang mencurigai perbuatan kami
dimana kami melakukan
persetubuhan hampir setiap hari. Saya masih begitu muda sehingga kuat
melayani Ayu' yang betul-betul sangat
haus akan kepuasan karena
suaminya hampir tidak pernah datang
mengunjungi dia. Seperti saya katakan tadi diatas, Ayu'
mempunyai tiga orang anak. Yang
paling tua adalah seorang perempuan
yang masih berumur 11 tahun
bernama Efi. Saya pernah mempunyai
kesempatan untuk menyetubuhi kedua Ibu dan anak sekaligus, tetapi
pengalaman itu saya akan ceritakan di
kesempatan yang lain.

<<Back to Cerita Dewasa
HHome

TOP-RATING

©2026 Benoze Corporation